
Ketika hutan dirusak, yang runtuh bukan hanya alam — tetapi kehidupan. Banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah tanda bahwa krisis ekologis nyata melukai tubuh anak bangsa.
Memperingati Hari Ibu 22 Desember 2025, air mata kita menjadi pengingat: hutan adalah ibu—sumber kehidupan yang selama ini memberi, melindungi, dan merawat, namun terus dilukai.
Mari menutup tahun dengan menyatukan rasa, berefleksi dan bernyanyi bersama Paduan Suara GITAKU dan para tokoh nasional dan koalisi masyarakat sipil untuk keadilan iklim *Justice Coalition for Our Planet (JustCOP)*:
Emil Salim (online) – Damayanti Buchori – Mas Achmad Santosa- Erry Riyana Hardjapamekas – Natalia Soebagyo – Hilmar Farid* – Leonard Simanjuntak – Nadia Hadad – Sita Soepomo – Ginanjar Aryasuta – Pemuda Adat – Indonesia untuk Kemanusiaan – Perempuan Indonesia Antikorupsi – Suara Ibu Indonesia dan tokoh-tokoh masyarakat sipil lainnya dalam:
🌱 *REFLEKSI AKHIR TAHUN 2025*
📅 *Senin, 22 Desember 2025*
🕛 *13.00–16.00 WIB* 📍 *Kawasan Menteng, Jakarta Pusat*
*(Detail lokasi lengkap akan dikirimkan melalui WhatsApp/Email setelah melakukan RSVP)*
Hentikan perusakan. Lindungi hutan alam yang tersisa. Selamatkan kehidupan.
—–
🔗 *Link RSVP (Kehadiran Fisik):* bit.ly/link_acara22desember
🔗 *Link Daftar Zoom:* bit.ly/daftaronline_acara22desember
> *Catatan:* Mengingat kapasitas tempat yang terbatas, mohon segera melakukan RSVP untuk mendapatkan konfirmasi kehadiran dan detail lokasi acara.
